Kenangan bersama rumah Salma

27 Mei 2006 yg lalu, sabtu pagi yang hening tiba-tiba muncul suara-suara yang memekakkan telinga, suara gemuruh, teriakan dan tangisan. Hampir tak bisa kubedakan apakah itu mimpi atau bukan. Ku buka mataku….gelap oleh kepulan debu. Kucoba untuk bangun dari mimpi yang ternyata bukan mimpi, ya Tuhan……ternyata aku tidur beratap pintu yang menjepitku. Tapi aku bersyukur, istri dan si kecil selamat.
Ternyata aku tidak sendiri, lebih dari 800 ribu orang kehilangan rumah tempat tinggal, dan hidup sebagai pengungsi di bawah tenda plastik.

Setahun sudah gempa berlalu….. sisa-sisa puing masih tertinggal. Smoga kepedihan sudah berlalu dari desa tercinta…….
Hujan tak lagi bingung mencari tempat berteduh, meski rumah tak seperti dulu lagi. Bangkitlah Jogjaku……


Archives

Categories

IP

Stats

  • 299,075 hits
Bookmark and Share

%d bloggers like this: